Minggu, 30 November 2025
Kalteng Center
Hukum & KriminalKabar Kalteng

Tinggalkan Surat Wasiat, Perempuan Paruh Baya Bunuh Diri Tenggak Racun Rumput

BUNUH DIRI – Petugas mengevakuasi tubuh Linis (71) yang ditemukan tergeletak kaku di depan sebuah barak wilayah Desa Samba Danum, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Senin (27/01/2025) pagi. (FOTO: IST)

KASONGAN – Seorang perempuan paruh baya bernama Linis (71) ditemukan tergeletak kaku di depan sebuah barak wilayah Desa Samba Danum, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Senin (27/01/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Wanita asal Desa Tewang Darayu, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan ini diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun pembasmi rumput. Pasalnya mulut korban, keluar cairan berwarna hijau.

Kapolres Katingan AKBP Chandra Ismawanto, SIK melalui Kapolsek Katingan Tengah Muhd. Zulkifly Ramadhan, S.Tr.K, MH mengatakan, awalnya korban ditemukan oleh salah seorang warga yang hendak pergi ke sungai untuk mengecek perahunya. Kala itu, saksi melewati gang rumah korban.

“Saksi melihat, korban dalam posisi berbaring tidak sadarkan diri di depan barak tempat tinggalnya. Korban tergeletak kaku dan mengeluarkan cairan warna hijau dari mulutnya, selain itu, ada sebuah mangkok dekat korban yang diduga berisi racun pembasmi rumput,” ujar Kapolsek.

Kemudian, saksi meminta pertolongan kepada warga dan Ketua RT setempat. Korban langsung dibawah ke Rumah Sakit Pratama Tumbang Samba untuk dilakukan pemeriksaan.

“Belum diketahui motif korban hingga melakukan bunuh diri, pihak keluarga juga menerima peristiwa sebagai musibah. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi,” tutur Zulkifly.

Korban juga meninggalkan surat wasiat yang ditulis dengan bahasa daerah yang berbunyi, bosan ndai aku belum, bara behin melai lewu uluh. Belaku tolong dengan anggota jemaat ngubur aku tuh “SAMBA DANUM” aman ndai ketun 3 Ken, aku jadi malihi, maaf dengan tetangga barak. Selamat melai ketun handia. Aku ngalih indan Apangku, anak ku jatun. Linis Tewang Darayu. amun jatun keluarga dumah. (kc1)

Related posts

21 Tim Ikut Turnamen Sepak Bola HUT Kodam di Katingan, Total Hadiah Rp. 33,5 Juta

Tim Redaksi

Dewan Sarankan Pengadaan Kelotok untuk Puskesmas dan Pustu di Wilayah Rawan Banjir

Tim Redaksi

DPRD Dorong Penguatan Perpustakaan Sekolah di Kabupaten Katingan

Tim Redaksi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page