Minggu, 30 November 2025
Kalteng Center
EksekutifKab. KatinganKabar Kalteng

Pj. Sekda Katingan Ajak Pelajar Junjung Sportivitas dan Kejujuran

BERPRESTASI - Pj. Sekda Katingan, Dr. Ir. Cristian Rain, ST saat menyerahkan tali asih kepada Cantika Cahya Oktaviani, siswi SMPN 1 Tewang Sangalang Garing yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Seleksi Nasional Olimpiade Sains, Kamis (18/09/2025). (FOTO: KC1)

KASONGAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Katingan, Dr. Ir. Cristian Rain, ST, mengimbau para pelajar untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, akan membentuk mental generasi muda yang tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

Dalam kesempatan itu, Rain juga mengingatkan para guru dan narasumber agar menerapkan pola belajar orang dewasa yang berpusat pada pengalaman, tujuan, serta pemecahan masalah. “Saya khawatir, jangan sampai dengan pola sekarang anak-anak kita menjadi seperti robot. Biarkan mereka berkreasi dan mengeluarkan potensi maksimal,” ujarnya, Kamis (18/09/2025).

Selain itu, Pj. Sekda Katingan menekankan pentingnya mendokumentasikan prestasi yang diraih pelajar di Katingan. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi catatan berharga bagi sejarah pendidikan di daerah. “Sehingga ke depan, bisa diketahui Kabupaten Katingan ini punya sejarah apa saja,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan harapan, agar Kabupaten Katingan dapat ikut serta dalam program Sekolah Unggulan Garuda dari pemerintah pusat. Sekolah tersebut berlaku untuk seluruh Indonesia, dengan jumlah siswa terbatas dan persyaratan tertentu. “Mudah-mudahan dari Katingan juga ada yang bisa masuk nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rain menegaskan bahwa kecerdasan bersifat relatif dan tidak semata-mata diukur dari nilai akademik. Dia mencontohkan, meskipun dua siswa sama-sama memperoleh nilai 10 pada mata pelajaran Matematika, pemenang dapat ditentukan dari metode penyelesaian soal yang digunakan.

“Menurut saya, masalah pintar itu adalah hal relatif. Apalagi sekarang ini polanya kualitatif, bukan kuantitatif. Hal yang paling berkualitas akan lebih menonjol dibanding sekadar jumlah. Jadi yang dinilai bukan hanya hasil, tetapi juga proses berpikir,” katanya. (kc1)

Related posts

Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Investasi Sesuai Prinsip Syariah

Tim Redaksi

Prestasi Membanggakan, Tewang Tampang Wakili Kalteng Ikut Lomba Desa Ekspor Tahun 2025

Tim Redaksi

Desa dan Kelurahan Diminta Akurat Sampaikan Data untuk Proses P2KH

Tim Redaksi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page