KASONGAN – Terhitung sejak 5 Februari 2026, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan memastikan keberlangsungan pelayanan PDAM tetap berjalan meskipun terjadi perubahan dalam struktur manajemen.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Katingan Saiful, S.Pd, M.Si memerintahkan agar segera dilakukan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM. “Langkah ini diambil, untuk menjamin operasional PDAM tetap berjalan serta mempercepat upaya penyelesaian krisis air bersih yang saat ini dihadapi masyarakat,” kata Saiful saat menggelar rapat terkait masalah PDAM, di Ruang Rapat Bupati Katingan, Senin (09/02/2026).
Forum rapat juga telah memutuskan arah kelembagaan PDAM ke depan, termasuk pembahasan integrasi dengan Dewan Pengawas maupun opsi transformasi status hukum lainnya. Selain itu, Bupati menekankan pentingnya penunjukan Plt pada jajaran direksi maupun dewan pengawas yang memiliki kompetensi serta kemampuan manajerial dalam mempercepat perubahan dan menghadirkan solusi konkret.
“Salah satu tantangan utama PDAM Kabupaten Katingan adalah kondisi infrastruktur dan peralatan operasional yang sudah sangat tua. Usia peralatan yang tidak lagi optimal menyebabkan gangguan dalam proses distribusi air bersih, terlebih dengan jangkauan jaringan pelayanan yang cukup luas,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Bupati, kualitas air baku juga menjadi persoalan serius. Tingginya tingkat kekeruhan air mengharuskan proses penjernihan yang lebih intensif dengan penggunaan bahan kimia tambahan serta waktu pengolahan yang lebih lama agar air layak dikonsumsi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tenggara.
“Nantinya, pejabat yang ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama PDAM memikul amanat dan tanggung jawab besar untuk segera menghadirkan solusi nyata. Target utama adalah kecepatan dalam menyediakan akses air bersih guna meredam keluhan masyarakat di lapangan, sembari dilakukan pembenahan jangka menengah dan panjang terhadap sistem PDAM,” tutur Saiful. (kc1)
