23.7 C
Palangkaraya
Sabtu, 21 Februari 2026
Kalteng Center
Hukum & KriminalKab. KatinganKabar Kalteng

Perahu Karam di Katingan Kuala, Satu Penumpang Meninggal Dunia

PENCARIAN KORBAN - Pihak Kepolisian bersama warga saat berusaha melakukan pencarian korban tenggelam akibat perahu karam, Rabu (18/02/2026). (FOTO: IST)

KASONGAN – Sebuah perahu jenis imbal sayur, dilaporkan karam di Daerah Aliran Sungai (DAS) antara Desa Subur Indah dan Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, pada Rabu (18/02/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kecelakaan air ini, merenggut satu korban jiwa.

Informasi yang dihimpun menuebutkan, perahu tersebut milik  Muhlisin dan satu penumpang bernama Sri Utami (50). Nenek warga Desa Subur Inda ini ditemukan sudah meninggal dunia, setelah tenggelam dan terjebak di dalam badan kapal.

Camat Katingan Kuala, Heriyadi Utomo mengungkapkan, kronologis kejadian bermula saat perahu imbal yang dinakhodai sendiri oleh Muhlisin dalam perjalanan pulang dari Pegatan menuju Desa Subur Indah.  “Selain membawa 8 orang penumpang, perahu tersebut juga memuat barang logistik berupa 40 dus air mineral dan 30 jerigen minyak,” jelasnya, Kamis (19/02/2026).

Saat memasuki aliran sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari DAS Katingan, perahu imbal tersebut berpapasan dengan sebuah long boat.  “Akibat papasan tersebut menimbulkan gelombang, hingga membuat perahu imbal oleng ke arah kanan hingga akhirnya karam,” kata Camat.

Usai kejadian, warga sekitar segera melakukan upaya penyelamatan. Namun, korban Sri tidak berhasil menyelamatkan diri.  Setelah dilakukan pencarian intensif dengan menarik badan perahu ke pinggir sungai menggunakan bantuan perahu warga lainnya, jasad korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.08 WIB dalam kondisi tersangkut di dalam imbal.

Dari analisa sementara di lapangan, musibah ini dipicu oleh beberapa faktor risiko termasuk kelebihan muatan. Kemudian, kondisi perahu imbal yang sarat penumpang dan barang membuatnya tidak stabil saat terkena gelombang. Selain itu minimnya alat keselamatan, yakni tidak tersedianya pelampung atau life jacket bagi penumpang.

Heriyadi menyebut, jika korban yang sudah lanjut usia dan diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga sulit menyelamatan diri saat air mulai masuk ke perahu.

“Pihak pemerintah kecamatan mengimbau kepada seluruh pemilik moda transportasi air untuk lebih memperhatikan kapasitas muatan dan selalu menyediakan alat keselamatan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tuturnya. (kc1)

Related posts

Babinsa Koramil 01/Sepang Laksanakan Komsos dan Pantau Wilayah Binaan

Tim Redaksi

Pembinaan Kemandirian, WBP Lapas Narkotika Kasongan Produksi Singkong Balado

Tim Redaksi

DPRD Dukung Larangan Membawa Aset Dinas saat Pindah Jabatan

Tim Redaksi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page