26.4 C
Palangkaraya
Kamis, 12 Februari 2026
Kalteng Center
EksekutifKab. KatinganKabar Kalteng

Respon Keluhan Masyarakat, Bupati Tegaskan Penanganan PDAM Harus Dilakukan Serius, Cepat dan Terukur

BAHAS PDAM - Bupati Katingan Saiful, S.Pd, M.Si memimpin rapat terkait permasalahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Katingan, bertempat di Ruang Rapat Bupati Katingan, Senin (09/02/2026). (FOTO: DISKOMINFOSTANDI KATINGAN)

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menggelar rapat terkait permasalahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Katingan, bertempat di Ruang Rapat Bupati Katingan, Senin (09/02/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Katingan Saiful, S.Pd, M.Si ini, dilaksanakan sebagai respons atas berbagai persoalan pelayanan air bersih yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam rapat tersebut dibahas secara komprehensif kinerja PDAM Kabupaten Katingan, mencakup aspek manajemen, operasional, hingga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar pelayanan air bersih dapat kembali optimal.

Fokus utama rapat adalah menyatukan pandangan seluruh pemangku kepentingan melalui kesepakatan kolektif, guna menyelesaikan persoalan internal PDAM serta merumuskan langkah strategis dalam peningkatan pelayanan. Air bersih ditegaskan sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang bersifat paling mendesak dan tidak dapat ditunda pemenuhannya.

Bupati Katingan menegaskan, bahwa ketersediaan air bersih memiliki urgensi tinggi karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat. “Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terus dibebani persoalan pelayanan air. Penanganan PDAM harus dilakukan secara serius, cepat, dan terukur,” tegas Saiful.

Dia juga menekankan, agar seluruh pihak terkait memiliki kesamaan pandangan dalam upaya pembenahan PDAM. “Permasalahan PDAM tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan langkah bersama, pembenahan manajemen, serta perbaikan operasional agar pelayanan air bersih benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan PDAM Kabupaten Katingan Amory Handewa Jaya menyampaikan, bahwa pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kendala tersebut antara lain disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur, kondisi peralatan yang sudah berusia tua, serta kualitas air baku yang memerlukan proses pengolahan lebih intensif.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan. Kondisi peralatan yang sudah lama dan kualitas air baku yang cukup keruh menjadi tantangan utama kami. Namun kami berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan pemerintah daerah dan melakukan perbaikan secara bertahap,” ujar perwakilan PDAM.

Perwakilan PDAM juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Katingan dalam menyusun langkah-langkah perbaikan. Baik dari sisi manajemen maupun teknis operasional, demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (kc1)

Related posts

Perkuat Kelembagaan, PWI Barsel ‘Napak Tilas’ ke PWI Surakarta

Tim Redaksi

Musppanitera Kwarcab Pramuka Barsel, Siap Lahirkan Kepengurusan Baru

Tim Redaksi

Bentuk Struktur Pengurus Periode 2025 – 2029, DPC ABPEDNAS Kabupaten Katingan Gelar Munaslub

Tim Redaksi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page