KASONGAN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, SMAN 2 Kasongan menggelar berbagai kompetisi edukatif yang berlangsung selama dua hari, yakni 29 hingga 30 April 2026. Acara tahunan ini menjadi momentum bagi sekolah untuk mengasah bakat sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada para siswa melalui berbagai cabang perlombaan yang variatif.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 2 Kasongan, I Wayan Sutarta, yang ditandai dengan pemukulan gong di halaman sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat akan krusialnya peran pendidikan bagi masa depan. Menurutnya, generasi muda merupakan pemegang estafet pembangunan bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini.
“Pendidikan itu sangat penting, terlebih bagi generasi muda yang akan menerima estafet pembangunan bangsa ini. Oleh karena itu, anak-anak harus cerdas dan memiliki karakter yang baik,” tegas I Wayan Sutarta di hadapan seluruh peserta dan tenaga pendidik. Pesan ini menjadi landasan utama penyelenggaraan kegiatan yang mengedepankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional.
Tahun ini, panitia menyuguhkan lima cabang lomba yang menarik, mulai dari Lomba Debat, Kompetisi Kahoot, Lomba Speech, hingga Lomba Majalah Dinding (Mading). Menariknya, sekolah juga mengadakan lomba cerita daerah Kalimantan dengan menggunakan Bahasa Dayak Ngaju. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya cakap dalam teknologi dan komunikasi global, tetapi juga tetap berakar pada identitas budaya lokal.
Seluruh rangkaian lomba tersebut dirancang sebagai sarana untuk menguatkan karakter positif siswa. Melalui kompetisi ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai seperti gotong royong, sportivitas, kepercayaan diri, hingga rasa cinta terhadap budaya lokal dapat terpatri kuat dalam diri siswa. Semangat Hardiknas 2026 di SMAN 2 Kasongan ini pun diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademis dan berintegritas tinggi. (kc1)
