KASONGAN – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Katingan, untuk meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 23 Katingan sekaligus melakukan sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Sabtu (23/5/2026).
Kedatangan Mensos RI yang akrab disapa Gus Ipul itu disambut langsung oleh Bupati Katingan Saiful bersama Ketua TP-PKK Katingan Ny. Sumiati Saiful, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Katingan.
Kegiatan sosialisasi DTSEN berlangsung di Gedung Salawah Kasongan dan dihadiri para siswa SRT 23 Katingan, guru, kepala sekolah, wali asrama, hingga wali asuh. Usai kegiatan, rombongan meninjau progres pembangunan SRT 23 Katingan yang berada di depan Rumah Jabatan Bupati Katingan.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Gus Ipul mengaku bersyukur dapat melihat secara langsung perkembangan proses belajar mengajar di SRT 23 Katingan. Dia menilai, sekolah rakyat di daerah tersebut menunjukkan perkembangan yang positif menjelang satu tahun pelaksanaan pembelajaran.
“Saya ikut merasa bangga dan bahagia karena kepala sekolah, tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja dengan baik dan mampu berkolaborasi, diawali dengan proses adaptasi yang berjalan baik,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan positif terlihat dari perkembangan para siswa yang kini lebih percaya diri, disiplin, serta berani tampil berbicara di depan umum. Selain itu, kondisi fisik anak-anak juga dinilai semakin baik dan mampu mengikuti pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS). “Terpenting, anak-anak makin betah dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Ini menjadi perkembangan yang menggembirakan bagi kami,” katanya.
Mensos juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Katingan atas komitmen dalam mendukung program strategis Presiden Republik Indonesia di daerah. “Saya berterima kasih kepada Pak Bupati Katingan, Saiful beserta jajaran yang memiliki komitmen kuat untuk menindaklanjuti program strategis Bapak Presiden di daerah,” tuturnya.
Gus Ipul menjelaskan, program sekolah rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan secara terpadu. Selain memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, program tersebut juga disertai pemberdayaan bagi orang tua siswa melalui berbagai program pemerintah.
“Rumah keluarga dibantu agar layak huni, mendapatkan bantuan sosial tetap, dukungan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui koperasi desa dan kelurahan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, bahwa, pembangunan sekolah rakyat merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah menyediakan lahan, sementara pembangunan gedung permanen didukung melalui APBN atas arahan Presiden dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, kapasitas gedung permanen sekolah rakyat nantinya mampu menampung sekitar 1.000 siswa mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Untuk Kabupaten Katingan sendiri, sekolah rintisan yang dibuka tahun lalu saat ini menampung sekitar 100 siswa. Tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 270 hingga 300 siswa, menyesuaikan kapasitas gedung.
“Target Bapak Presiden, seluruh kabupaten/kota memiliki satu gedung permanen sekolah rakyat. Dalam lima tahun ke depan akan terbangun lebih dari 500 gedung permanen sekolah rakyat yang mampu menampung lebih dari 500 ribu siswa,” ungkapnya.
Gus Ipul juga menegaskan, bahwa penerimaan siswa sekolah rakyat tidak melalui sistem pendaftaran umum, melainkan melalui proses penjangkauan yang dilakukan Kementerian Sosial bersama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Jika memenuhi syarat dan orang tua bersedia, maka akan ditetapkan oleh bupati untuk diterima sebagai siswa sekolah rakyat. Saya berharap pada Juli mendatang, para siswa baru sudah dapat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Katingan Saiful mengaku bangga dan bersyukur atas kunjungan pertama Menteri Sosial RI ke Kabupaten Katingan. “Kedatangan beliau semakin memperkuat harapan kita terhadap dukungan pemerintah pusat dalam membantu mengatasi berbagai persoalan khususnya di Kabupaten Katingan,” tuturnya. (kc1)
