PURUK CAHU – Peran pendampingan bagi para tamu Allah selama berada di Tanah Suci menjadi perhatian serius legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura), Rumiadi, menilai keberadaan Petugas Haji Daerah (PHD) memegang posisi yang sangat strategis guna memastikan seluruh rangkaian ritual ibadah haji berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan teknis.
Rumiadi menjelaskan bahwa situasi di Arab Saudi kerap memberikan tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menapakkan kaki di sana maupun kelompok lanjut usia (lansia). Keterbatasan pengetahuan rute, navigasi lokasi, hingga kesiapan fisik menjadi alasan utama perlunya pendampingan ekstra yang intensif di lapangan.
“Keberadaan Petugas Haji Daerah sangat penting karena mampu memberikan arahan, informasi, dan pendampingan sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang,” ungkap Rumiadi, baru-baru ini.
Selain urusan mobilitas dan penunjuk arahdia juga menggarisbawahi fungsi vital PHD sebagai jembatan komunikasi. “Perbedaan bahasa sering kali menjadi kendala utama jamaah, saat harus berinteraksi dengan petugas lokal Arab Saudi maupun ketika membutuhkan penanganan medis darurat,” jelasnya.
Menurut dia, kehadiran sosok pendamping asal daerah yang sigap diakui terbukti memberi rasa aman dan ketenangan emosional bagi para jamaah. “Dengan minimnya beban masalah teknis, seluruh porsi perhatian dan energi jamaah dapat dialokasikan sepenuhnya untuk beribadah secara khusyuk dari Makkah hingga Madinah,” ujarnya.
Rumiadi berharap, Pemerintah Kabupaten Murung Raya tidak ragu untuk terus mengevaluasi dan menggembleng kapasitas serta kualitas para PHD di masa mendatang. Penguatan pembekalan petugas dinilai menjadi investasi pelayanan publik terbaik yang nyata manfaatnya bagi warga Murung Raya di Tanah Suci. (kc4)
