PURUK CAHU – Gelombang suhu udara tinggi yang tengah melanda wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) memicu perhatian serius dari kalangan dewan. Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Johansyah, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi dampak fenomena cuaca panas ekstrem tersebut.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, bahwa perubahan iklim yang memicu suhu terik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan hingga ancaman bencana lingkungan. Langkah antisipasi dini dan pencegahan secara bersama-sama dinilai sangat krusial, guna meminimalkan risiko bahaya bagi warga.
“Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan dan mencegah berbagai risiko yang mungkin muncul akibat suhu udara yang terik ini. Mulai dari ancaman dehidrasi hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa terjadi jika tidak kita waspadai bersama,” tegas Johansyah, Sabtu (18/07/2026).
Untuk menjaga kebugaran tubuh, Johansyah memberikan beberapa rekomendasi praktis, salah satunya mengimbau warga menaikkan asupan air putih menjadi 3–4 liter per hari guna mencegah dehidrasi. “Warga juga disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat terik matahari memuncak serta menggunakan pelindung diri seperti tabir surya, topi, dan kacamata hitam,” katanya.
Selain aspek kesehatan diri, dia menyoroti potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap mengintai saat musim kemarau atau cuaca panas terik. “Masyarakat hendaknya tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di area vegetasi kering yang mudah terbakar,” imbaunya.
Johansyah juga meminta warga untuk peka terhadap kondisi fisik masing-masing, segera beristirahat di tempat sejuk jika merasakan gejala pusing atau lemas. “Kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat dan peduli lingkungan diharapkan menjadi benteng utama masyarakat Murung Raya dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem saat ini,” imbuhnya. (kc4)
