Kalteng Center
DPRD Kab. Gunung MasKabar KaltengLegislatif

Jadi Penopang Ekonomi Daerah, DPRD Dorong Penguatan UMKM

Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Carles Prenky. (FOTO: IST)

KUALA KURUN – Kalangan DPRD Kabupaten Gunung Mas menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Namun hingga kini, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terbatasnya pembinaan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Carles Prenky, mengatakan daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Menurutnya, jika potensi tersebut dikelola dengan baik melalui pemberdayaan UMKM, maka akan tercipta lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gunung Mas memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan. Yang dibutuhkan sekarang adalah keseriusan dalam memberdayakan masyarakat agar mampu mengolah potensi tersebut menjadi usaha yang produktif,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai, bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas yang berjalan seiring dengan pemanfaatan sumber daya alam. “Pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga pendampingan usaha menjadi faktor penting agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing,” katanya.

Menurutnya, pemberdayaan tidak cukup berhenti pada pelaksanaan pelatihan atau pemberian bantuan. “Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan, termasuk kemudahan dalam mengakses pemasaran, permodalan, dan pengembangan produk agar usaha yang dijalankan terus bertumbuh,” tuturnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa, dan Damang Batu itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana aspirasi untuk mendukung pengembangan industri kecil dan menengah di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan tangan, serta usaha produktif lainnya.

Namun, ia menilai hasil program tersebut belum maksimal karena pembinaan yang dilakukan belum berlangsung secara berkesinambungan. Akibatnya, tidak sedikit usaha yang kesulitan berkembang setelah mendapatkan bantuan awal.

“Kami ingin setiap program benar-benar menghasilkan pelaku usaha yang mandiri dan mampu bersaing. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, para pelaku UMKM berjalan sendiri tanpa pendampingan yang memadai,” imbuhnya.

Carles berharap, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memperkuat pola pembinaan terhadap UMKM dengan langkah yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia optimistis, apabila pelaku usaha terus didampingi dan diberikan akses yang lebih luas terhadap pasar maupun pengembangan usaha, sektor UMKM akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunung Mas.

“UMKM harus dipandang sebagai investasi pembangunan daerah. Dengan dukungan yang tepat, sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Gunung Mas,” pungkasnya. (kc3)

Related posts

Pemkab Katingan Siap Dukung Program Nasional Bagi Kesejahteraan Rakyat

Tim Redaksi

Modus Pasang Stiker “Salam dan Shalom”, Polisi Ringkus Tiga Pelaku Curas dan Curanmor di Barsel

Tim Redaksi

Dukung Polri Bongkar Mafia Batu Bara dan Dugaan Korupsi Sektor Energi, SEMMI Kalteng Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Tim Redaksi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page