KUALA KURUN – Tren generasi muda yang cenderung memprioritaskan pekerjaan kantoran atau sektor digital membuat sektor pertanian kian minim regenerasi. Menanggapi fenomena tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Sahriah, mengajak kaum milenial di wilayah setempat untuk mengubah paradigma dan mulai melirik potensi besar di sektor pertanian modern.
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa Kabupaten Gunung Mas memiliki modal geografis yang sangat kuat, berupa ketersediaan lahan luas yang potensial. “Keterlibatan aktif generasi muda sangat krusial untuk mendorong kemajuan sektor agraria melalui sentuhan teknologi dan inovasi baru,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Sahriah mengimbau agar stigma lama yang mengidentikkan bertani dengan kerja kasar, tradisional, dan tidak bergengsi segera ditinggalkan. “Di era digital saat ini, modernisasi alat mesin pertanian dari proses pengolahan lahan hingga masa panen telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara efisien sekaligus mendatangkan nilai ekonomi yang tinggi,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan sejumlah komoditas yang memiliki prospek cerah di Kabupaten Gunung Mas, seperti padi, jagung, singkong, serta tanaman perkebunan lainnya. “Keahlian digital yang dimiliki generasi muda saat ini seharusnya dapat menjadi nilai tambah, terutama dalam memodernisasi sistem hulu ke hilir, termasuk strategi pemasaran hasil panen secara daring,” katanya.
Melalui ajakan ini, DPRD Gunung Mas berharap kaum milenial berani mengambil peluang untuk menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi daerah.
“Saya berpesan agar anak muda agar tidak ragu mengambil peran sebagai petani modern yang mandiri, yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga berdampak nyata pada ketahanan pangan daerah,” imbuhnya. (kc3)
