PURUK CAHU – Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Murung Raya (Mura) mendapat atensi khusus dari pihak legislatif. Anggota DPRD Mura, Tuti Marheni, mengingatkan pemerintah daerah untuk mengawal ketat kualitas makanan serta memastikan kelancaran jalur distribusinya hingga ke tangan penerima manfaat.
Tuti menjelaskan bahwa program intervensi gizi ini merupakan langkah yang sangat strategis. Sasarannya menyentuh langsung fondasi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan masif serta para ibu hamil.
“Program ini sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Ini juga menjadi langkah strategis dalam menekan stunting,” kata Tut, baru-baru ini.
Demi efektivitas di lapangan, Tuti mendesak agar keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibentuk di Murung Raya benar-benar dioptimalkan fungsinya. “Lembaga ini memegang kendali penting agar standarisasi gizi tetap terjaga,” pungkasnya.
Lebih lanjut, srikandi DPRD Mura ini mewanti-wanti agar proses pengiriman makanan tidak terkendala oleh geografis wilayah. “Pemkab Mura beserta seluruh pemangku kepentingan wajib menjamin bahwa hidangan sehat tersebut sampai ke seluruh pelosok daerah sasaran dalam kondisi yang layak dan segar,” ujarnya.
Tuti meyakini, kunci keberhasilan program nasional yang diadopsi ke daerah ini terletak pada kuatnya koordinasi lintas sektor. Hubungan yang harmonis antar-instansi akan meminimalisasi salah sasaran dan menjaga keberlanjutan program.
“DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan, agar Program MBG memberikan dampak instan pada penurunan angka stunting serta menaikkan derajat kesehatan masyarakat Murung Raya secara menyeluruh,” imbuhnya. (kc4)
