KUALA KURUN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas menilai potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah (Pemda) didorong memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat memanfaatkan kekayaan daerah menjadi produk bernilai tambah.
Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Carles Prenky, mengatakan pengembangan sektor UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan peluang usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. “Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Dia menegaskan, selama ini masih banyak potensi lokal yang belum diolah secara optimal. Padahal, jika masyarakat memiliki keterampilan dan kemampuan berwirausaha yang memadai, berbagai komoditas daerah dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar.
“Pembinaan UMKM harus menjadi perhatian serius. Dengan kemampuan yang terus meningkat, masyarakat akan memiliki kesempatan lebih luas untuk membuka usaha, mengembangkan produk lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Carles.
Politikus Partai Golkar tersebut juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam mendukung pengelolaan SDA secara berkelanjutan. “Kekayaan alam tidak akan memberikan manfaat maksimal, apabila tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelolanya,” tuturnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa, Damang Batu, dan Tewah itu melihat peluang pengembangan industri berbasis potensi lokal masih sangat besar. Sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga produk olahan hasil alam dinilai memiliki prospek yang menjanjikan apabila mendapat dukungan dari pemerintah.
“Karena itu, saya berharap pemerintah daerah terus mendorong lahirnya industri kreatif yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Selain mampu membuka lapangan kerja baru, langkah tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki,” imbuhnya. (kc3)
