23.1 C
Palangkaraya
Jumat, 4 Juli 2025
Kalteng Center
Hukum & KriminalLintas Borneo

Resedivis Beraksi Lagi, Pelaku Gendam Ditangkap Polisi

DITANGKAP POLISI - Pelaku gendam, Muhamad Mahyunu (62) beserta sejumlah barang bukti diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Kapuas dan Polsek Selat. (FOTO: POLRES KAPUAS)

KUALA KAPUAS – Pelaku gendam atau hipnotis, Muhamad Mahyunu (62) warga Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ditangkap pihak Polres Kapuas.

Pelaku yang merupakan residivis ini, kembali beraksi di wilayah Kabupaten Kapuas. Tepatnya, di Jalan Tambun Bungai, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Korbannya merupakan seorang nasabah bank. Modus pelaku yaitu dengan menghipnotis korbannya.

“Pelaku ini mencari korbannya seorang nasabah bank, dengan berpura-pura mendekati korban dan mengobrol dengan korban, hingga akhirnya korban merasa tidak sadar telah dihipnotis,” ucap Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Reskrim Rizki Atmaka Rahadi.

Lanjutnya, dimana saat korban merasa di bawah alam sadar. Pelaku pun langsung mengambil harta berharga korban berupa handphone merk Samsung A33 warna, dua buah perhiasan cincin batu akik (Yakut dan Jamrud) juga dua buah jam tangan merk Mido.

“Korban ini tidak tahu apa-apa lagi, disaat pelaku mengambil semua barang berharga miliknya, hingga akhirnya korban sadar setelah berada di rumah,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan ke Polsek Selat. Kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Satreskrim Polres Kapuas, hingga berhasil mengamankan pelaku yang berada di depan Alfamart, Jalan Tambun Bungai.

“Kejadian ini terjadi pada Senin 3 Maret 2025 lalu. Korban langsung melaporkan ke Polsek saat, dari laporan korban kami lakukan penyelidikan dan pada pada hari Kamis tanggal 06 Maret 2025 sekira pukul 09.30 WIB korban diciduk di depan Alfamart Jalan Tambun Bungai,” terangnya.

Sementara itu, untuk modus pelaku mengambil tas milik korban yang berada dalam mobil pada saat korban keluar dari mobil. Sedangkan mobil ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci. Pelaku ini pernah melakukan kasus yang sama di daerah Martapura pada tahun 2017 menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan di Pelaihari 20 Agustus 2020 menjalani hukuman 5 tahun 6 bulan. Pelaku dikenakan tindak pidana Pencurian (spesialis nasabah bank) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUHPidana. (kc1)

Related posts

Warga Kaltim Curi Motor di Gumas, Uang Hasil Penjualan Buat Pesta Narkoba

Tim Redaksi

Sempat Terdengar Ledakan, Gudang Penyimpanan Barang di Sampit Terbakar

Tim Redaksi

Kecelakaan Lalu Lintas di Hampangen, Satu Korban Meninggal Dunia

Tim Redaksi

Leave a Comment