MUARA TEWEH – Pihak Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Barito Utara (Barut), berhasil membekuk tiga terduga pelaku pembantaian sadis di Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, yang mengakibatkan lima orang meregang nyawa dan satu korban lainnya kritis.
Terkait penangkapan para terduga pelaku, Kapolres Barut AKBP Singgih Febiyanto, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan dan Kasi Humas Ipda Novendra, menggelar konferensi pers di Mapolres Barut, Muara Teweh. Selasa (21/04/2026).
Menurut keterangan Kapolres, tiga orang terduga pelaku tersebut masih merupakan kerabat, bahkan dua diantaranya merupakan pasangan suami istri, yang berhasil dibekuk pada Senin (20/04/2026).
“Para pelaku terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, masing-masing LK (pria) dan SA (wanita) yang merupakan pasangan suami istri, serta FN (pria) yang masih ada hubungan saudara dengan SA,” ujarnya saat konfrensi pers.
LK yang tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Desa di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil dibekuk petugas Satreskrim Polres Barut saat bersama istrinya, SA. Sementara FN, diamankan dilokasi berbeda, di Kutai Barat.
Lebih jauh Kapolres menyampaikan, saat pihaknya melakukan penangkapan terhadap para pelaku, petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya senjata tajam berupa sebilah parang atau Mandau.
“Untuk sementara, motif pembunuhan tersebut diperkirakan terkait masalah perebutan lahan yang berada di kawasan hutan dekat jalan PT. Timber Dana di kilometer 95,” jelasnya.
Singgih menambahkan, para pelaku akan dikenakan Pasal 459 subsider Pasal 458 UU No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP, mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman berat.
“Petugas saat ini masih melakukan penyidikan dan pengembangan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain atau keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya, telah terjadi aksi pembantaian sadis terhadap satu keluarga di area perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH), PT Timber Dana, di daerah perbatasan Kalteng-Kaltim pada Minggu (19/04/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Akibat peristiwa berdarah tersebut, lima orang meninggal dunia, masing-masing Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3) dan Ono (50), sedangkan satu orang lainnya, Alfian (40) selamat, namun dalam kondisi kritis. (Kc5)
